BELAJAR BAHASA INGGRIS LANGSUNG DENGAN PENUTUR ASLINYA,,,,

Hallo teman teman AEC……

Tidak terasa sudah memasuki hari Ramadan yang ke 15, btw sudah bolong berapa nih puasanya? Hehe. Tapi temen temen tau gak nih? Meskipun saat ini sedan bulan puasa siswa siswa AEC yang menjalankan puasa juga masih tetap semangat belajar Bahasa Inggris lho. Apalagi belajarnya langsung dengan native, jadi pasti rasanya jauh lebih menyenangkan bukan?. Eitss, selain menyenangkan belajar dengan native secara langsung juga banyak manfaatnya lho.

MinAEC spill beberapa manfaat belajar Bahasa Inggris secara langsung dengan native ya, yuk simak:

  1. Meningkatkan kepercayaan diri

Salah satu belajar Bahasa Inggris dengan native adalah dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri kita saat berbicara Bahasa Inggris. Kenapa bisa begitu? Karena selama pembelajaran kita diharuskan untuk berbicara full English. Yang dimana ketika kita salah akan secara langsung dapat dibenarkan oleh native. Dan hal seperti itu yang dilakukan secara rutin dan efektif dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri kita. Karena sudah terbiasa berbica Bahasa Inggris, kalaupun terjadi kesalahan sudah tidak merasa takut ataubahkan takut mencoba.

  • Belajar aksen dan pengucapan

Semakin sering kita praktr berbicara dengan penutur asli, kita sebagai pembelajar Bahasa Inggris juga akan semakin paham bagaimana aksen dan pengucapan yang sesungguhnya.

  • Mengenal dan belajar budaya

Selain kita dapat belajar bahasa dengan native secara tidak langsung kita juga akan mendapatkan banyak informasi mengenai budaya. Karena budaya sangat berkaitan erat dengan tata cara bahasa. Seperti contohnya saat materi pembelajaran adalah sapaan formal dan informal. Secara tidak langsung di dua situasi itu juga akan mempelajari budaya budaya yang biasanya berkaitan bagaiaman cara mereka saat menyapa orang, dll.

Nah temen temen, bagaimana? Sangat banyak manfaatnya bukan? Yuk terus semangat meningkatkan kemampuan Bahasa Asing kalian yaa.

Informasi & Pendaftaran

KOLABORASI AEC SEMARANG DENGAN POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

AEC Semarang tahun 2024 berkolaborasi kembali dengan salah satu kampus dikota Semarang dalam sebuah program pelatihan Bahasa Jerman. Program pelatihan Bahasa Jerman yang diselenggarakan di Kampus Poltekkes Semarang untuk mahasiswa/i jurusan keperawatan yang saat ini menduduki semester 4. Jumlah mahasiswa/I yang mengikuti pelatihan Bahasa Jerman berjumlah 29 peserta terdiri dalam satu kelas.

Pelatihan Bahasa Jerman yang diberikan tentunya dimulai dari level basic [A1]. Seperti kita ketahui level Bahasa Jerman terdiri dari 6 level. Enam [6] level tersebut diantaranya A1, A2, B1,B2, C1 dan C2. Level yang paling basic adalah level A1 dan level yang paling tinggi dalam Bahasa Jerman adalah C2.

Semua peserta akan mempelajari level A1 selama satu semeseter [6 bulan]. Materi yang dipelajari tentunya adalah materi yang sangat dasar terlebih dahulu, seperti Huruf, Angka, Sapaan, Perkenalam, dll. Pelatihan ini di adakan secara offline dikampus Poltekkes Kemenkes setiap dua kali [2x] dalam seminggu. Kemampuan bahasa yang dipelajari dalam level ini tentu mencakup 4 kemampuan bahasa yaitu Membaca, Menulis, Mendengarkan dan Berbicara. Total jumlah pertemuan kelas yitu 60x pertemuan.

Pelatihan ini diberikan kepada mahasiswa/i tentunya dengan tujuan yang sangat jelas yaitu sebagai bekal para mahasiswa/i yang kedepannya akan bekerja sebagai tenaga ahli perawat di negara Jerman. Dalam program ini tentunya pihak kampus bekerjasama secara langsung dengan pihak Jerman dalam hal pengiriman mahasiswa/I untuk bekerja sebagai tenaga ahli perawat di Jerman. Kenapa negara Jerman yang dipilih? FYI, Negara Jerman saat ini sedang membutuhkan sumber daya manusia dibidang perawat dengan jumlah yang sangat banyak. Tentunya perawat tersebut nantinya akan menjelaskan tugasnya sebagai perawat seperti di Perawatan Lansia, Unit Perawatan Intensif, Bangsal Umum, Bangsal Medis, Ruang Operasi, dll.

Dikarenakan ada persyaratan yang salah satunya adalah memiliki sertifikat kemampuan Bahasa Jerman, makan semua calon pekerja yang berminat mengikuti program sebagai tenaga ahli perawat harus mengikuti pelatihan Bahasa Jerman terlebih dahulu sebelum nantinya mereka mengikuti ujian kemampuan bahasanya.

Sebagaimana kita semua ketahui, negara jerman memiliki bahasa ibu yaitu Bahasa Jerman oleh karena itu semua penduduk bahasa yang sudah pasti dikuasai mereka adalah bahasa ibunya. Dan tidak semua penduduk dapat berbicara Bahasa Inggris. Maka dari itu kemampuan Bahasa Jerman menjadi salah satu perrsyaratan untuk mengikuti program tersebut. Yang mana pelatihan Bahasa Jerman tersebut sangat berguna untuk berkomunikasi, berinteraksi dan bersosialisasi selama bekerja di Jerman.

Informasi & pendaftaran