ENGLISH INTERPRETING : Workshop GEF-8 (Global Environment Facility siklus ke-8)

GEF-8 (Global Environment Facility – siklus ke-8) adalah periode pendanaan GEF untuk tahun 2022–2026 yang bertujuan mendukung negara-negara berkembang dalam menangani berbagai persoalan lingkungan global. Pada 17 September 2026 AEC Semarang kembali diminta berkolaborasi dalam penerjemah lisan Bahasa Inggris dengan Yayasan Rekam Nusantara untuk terlibat di kegiatan workshop GEF8 yang di adakan di kantor Bappeda Prov Jawa Tengah.

Kegiatan ini dibuat dengan metode FGD [forum group discussion] dengan beberapa pihak yang terkait. Pada workshop ini mendatangkan tamu dari mancanegara yaitu Miss Allison Jay Sterling. Miss Allison perwakilan dari pihak UNEP [United Nations Environment Programme]. FGD kegiatan ini berjalan kirang lebih selama 2,5 jam di kantor Bappeda Prov Jawa Tengah. Kegiatan ini diadakan pada dua tempat yang berbeda yaitu : Kantor Bappeda Prov Jawa Tengah dan di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah. Pada kegiatan workshop ini pihak KKP [Kementrian Kelautan dan Perikanan] kota Semarang juga turut hadir untuk memberikan materi dan berdikusi di kantor Bappeda Provinsi Jawa Tengah. Tim penerjemah lisan AEC yang bertugas pada kegiatan ini adalah Mr Natan.

Dalam GEF-8, pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada satu persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong solusi yang terintegrasi. GEF mengorganisasikan dukungannya melalui lima bidang utama, yaitu keanekaragaman hayati, perubahan iklim, degradasi lahan, perairan internasional, serta bahan kimia dan limbah.

GEF-8 menggunakan kerangka “Healthy Planet, Healthy People”, yang menekankan hubungan erat antara kesehatan lingkungan dan kesejahteraan manusia. Dengan pendekatan tersebut, upaya perlindungan lingkungan diharapkan dapat berjalan bersamaan dengan peningkatan ketahanan dan kesejahteraan masyarakat.

Kalian butuh penerjemah lisan untuk kegiatan kalian? Yuk jangan ragu untuk tanya dan konsultasikan dengan kami ya.

Informasi & pendaftaran

Penerjemah Lisan: Profesi yang Menghubungkan Bahasa dan Budaya || Jasa Penerjemah Lisan

Kegiatan atau conference besar yang melibatkan  2 negara biasanya tidak terlepas dari peran seorang interpreter atau penerjemah lisan di dalamnya. Hal tersebut sering terjadi dikarenakan untuk memudahkan komunikasi antara kedua belah pihak selama kegiatan berlangsung dan demi kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Penerjemah lisan bukanlah skill yang mudah dan setiap orang bisa melakukannya meskipun dengan memiliki kemampuan Bahasa yang dimiliki. Karena penerjemah lisan menerjemahkan secara lisan dan secara realtime. Yang mana penerjemah harus dengan secara langsung dan secara cepat dapat menyimpulkan dengan benar dari satu Bahasa untuk dapat di terjemahkan ke Bahasa lain secara langsung dengan makna yang sama.

Untuk kali ini AEC Semarang diajak berkolaborasi bersama dalam bidang Jasa Penerjemah Lisan Bahasa Inggris di salah satu kegiatan bersama Yayasan Rekam Nusantara mengenai pengelolaan pesisir Pantai utara dan Pantai Selatan. Dalam kegiatan ini diikuti oleh seluruh unit kerja atau instansi Dinas Kelautan dan Perikanan se Jawa Tengah. Dalam kegiatan ini terdapat salah satu Narasumber yang berasal dari Kewarganeraan Prancis sebagai Donor dari AFD [Agence Farncaise De Development] yang bernama Oskar Lecuyer, Ph.D.

Kegiatan ini di hadiri oleh kurang lebih 35 unit kerja dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah dengan berbagai divisi atau unit kerja yang berbeda beda. Kegiatan ini berlangsung selama 1 hari dan dibagi menjadi 2 sesi kegiatan. Dalam kegiatan tersebut juga terdapat 2 sesi diskusi yang di adakan pada sesi pagi dan sesi siang.

Nah, bagi kalian yang membuat event atau kegiatan dan membutuhkan jasa penerjemah lisan Bahasa Asing jangan khawatir lagi. Kalian bisa menghubungi dan diskusi bersama AEC Semarang ya.

Informasi

TIM INTERPRETER AEC SEMARANG BERSAMA EVENT “JOINT CONVENTION SEMARANG 2025’’

Juru bicara Adalah salah satu peran yang penting disebuah acara yang besar yang mana acara tersebut melibatkan banyak audience yang berasal dari WNA. Juru bicara atau biasa disebut dengan pernerjemah lisan atau juga yang sering menyebutnya Interpreter. Pada bulan Juli 2025 tepatnya pada tanggal 1 Juli 2025 dalam acara JCS atau Joint Convention Semarang tim juru Bahasa AEC ikut terlibat dalam acara tersebut selama 1 hari. Event JCS 2025 diadakan di Hotel Padma Semarang yang mengangkat tema “Sustainable Energy Resilience: Indonesia’s Path to Self Sufficiency”. Pada kesempatan ini AEC Semarang terlibat dalam hal interpreting atau juru Bahasa Inggris yang mana nanti membantu menyampaikan informasi antara pembicara dan audience yang mana saat berbicara dengan Bahasa yang berbeda.

Pada kegiatan JCS 2025 banyak dihadiri oleh hadiri yang juga beberapa tokoh ternama pada bidang tersebut. Pada event ini acara dibuka oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Bp Yuliot Tanjung, M.M. didampingi oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Sekretaris Jenderal ESDM, Kepala SKK Migas, dan Ketua IAFMI–HAGI–IATMI–PERHAPI–IAGI & JCS 2025. Pada kegiatan ini terbagi menjadi 3 panel diskusi dalam satu hari, Panel Diskusi 1 terdapat 4 pembicara yang menyampaikan materi. Panel Diskusi 2 terdapat tiga [3] pembicara dan panel diskusi 3 terdapat pembicara dan panel diskusi 3 terdapat 4 pembicara disesi tersebut.

JCS 2025 merupakan kegiatan yang yang dibersamai oleh 5 asosiasi profesi sector ESDM diantaranya Ikatan Ahli Fasilitas Produksi Minyak Indonesia [IAFMI], Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia [IATMI], Ikatan Ahli Geologi Indonesia [IAGI], Himpunan Ahli Geofisika Indonesia [HAGI], Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia [PERHAPI]. Pada kegiatan ini di ikuti kurang lebh 300 peserta dari berbagai instansi, perusahaan dan akademisi.

Jika kalian memerlukan jasa penerjemah lisan/juru bicara/Interpreter berbagai Bahasa Asing bisa langsung menghubungi AEC Semarang ya.

Informasi & Pendaftaran