Pre-Departure Training YES KOREA Batch III : WWOOF Project 2019

Jumat, 28 Juni 2019 kemarin, Akhil Education Centre [AEC] Semarang baru saja menyelenggarakan kegiatan Pre-Departure Traning YES KOREA Batch III: WWOOF Project 2019. Kegiatan Pre-Departure Training ini merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan sebelum keberangkatan. Kegiatan Pre Departure Training ini diadakan dengan tujuan untuk mempersiapkan kelengkapan berkas dan memberikan gambaran kepada para peserta mengenai Korea Selatan dan Project yang akan mereka laksanakan selama 2 bulan di Korea Selatan.

Pre Departure Training ini diadakan di kantor Akhil Education Centre [AEC] Semarang. Peserta yang mengikuti kegiatan Pre Departure Training ini berjumlah 4 peserta. Mereka merupakan perwakilan dari UGM-UNS-Unnes. Jadi tidak semua peserta Program YES KOREA Batch III : WWOOF Project 2019 ini datang, hanya diambil perwakilan dari setiap universitasnya.

Sesuai agenda Peserta Program YES KOREA Batch III ini akan bertolak ke Korea Selatan pada Selasa Malam, 02 Juli 2019 dan memulai kegiatan di Korea esok harinya yaitu Rabu 03 Juli 2019. Selama 2 bulan peserta YES Korea ini akan berkegiatan bersama dengan masyarakat lokal. Akhil Education Centre [AEC] Semarang bekerjasama dengan WWOOF Korea Selatan untuk program kali ini. Peserta yang mengikuti program ini ada 10 peserta yang merupakan mahasiswa UGM, Unnes dan UNS.

Semoga program ini berlangsung dengan baik hingga selesai guys. Kita tunggu cerita-cerita mereka setelah sampai di korea ^o^

Berbagi Pengalaman Dari Korea Selatan [Part 1]

Annyeong haseo ^o^

Hay guys…. kami akan berbagi cerita dari peserta YES Korea Batch II yang baru saja selesai mengikuti program tersebut. Simak ya ~

Sebelum saya bercerita, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya Hening Larashati Adzikry, biasa dipanggil Yayas. Saya mahasiswi D3 Bahasa Korea di Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Semester 4. Saya mengikuti program YES  Korea Batch II 2019 dari AEC Semarang.

Saya sangat senang bisa mengikuti program ini karena melalui program ini, saya bisa mengetahui banyak hal tentang Korea Selatan. Terutama di tempat saya dan teman-teman saya bekerja, yakni di DMZ Peace-Life Valley, kami diberikan ilmu pengetahuan mengenai cara berladang seperti membuat pupuk dari kayu, menebarkan pupuk tersebut ke banyak tumbuhan supaya subur, menanam daun bawang dan cara merawatnya.

Tidak hanya berladang, kami juga diberi tugas untuk memberi makan dan minum kambing setiap pagi hari. Karena inilah kami jadi sempat menyaksikan secara langsung bagaimana proses seekor kambing melahirkan. Kemudian, kami juga dapat mengetahui perkembangan bayi kambing yang awalnya hanya menyusu pada induknya, hingga sang induk yang mengajarkan anak-anaknya untuk ikut makan rumput dan pelet, dan juga minum air.

Selain itu, melalui program ini, saya dan teman-teman saya juga dapat mengasah dan mengembangkan bahasa Korea kami. Ini merupakan point terpenting bagi kami. Hampir setiap hari kami bertemu dan berkomunikasi secara langsung dengan para staf DMZ Peace-Life Valley dan juga para buruh tani yang merupakan penduduk sekitar yang tinggal di daerah Cheondori dan Seohwari. Kami sangat senang karena mereka menyambut kami dengan sangat ramah, apalagi setelah mengetahui bahwa kami mahasiswa jurusan Bahasa Korea dan bisa berbahasa Korea. Kemampuan Bahasa Korea kami juga terasah melalui tugas menerjemahkan buku cerita bergambar dari bahasa Korea ke bahasa Inggris.

Terkait sampah, fakta mengenai Korea Selatan yang senang memilah-milah sampah itu memang benar. Kita bisa belajar memilah sampah plastik, sampah botol, sampah kertas, sampah makanan, dan sampah lainnya. Seperti di drama-drama Korea.

Saat hari Sabtu dan Minggu, kami diberikan kesempatan untuk berlibur atau beristirahat. Terkadang pada hari libur itu kami pergi ke Myeongdong, atau sekedar jalan-jalan ke daerah Wontong untuk membeli jajanan. Terkadang juga kami menggunakan hari libur kami untuk bersih-bersih Seohwajae (sebutan rumah yang kami tinggali) dan beristirahat setelah 5 hari penuh kami bekerja.

Biasanya jika kami akan berpergian sendiri seperti ke Seohwari, Cheondori, Wontong, maupun daerah di kota Seoul, kami menggunakan transportasi umum berupa bus yang telah ditentukan jadwal operasionalnya. Untuk menghemat biaya transportasi, kami membeli kartu tap-tap dari KT (Korean Transportation card) yang dapat di beli di mini market di pusat kota, atau di stasiun KTX (kereta cepat Korea). Kartu tersebut bisa digunakan ketika hendak menggunakan KTX, bis, taksi, bahkan bisa juga untuk pembayaran jika belanja di partner mini market Korea seperti C.U mart. Kartu tersebut bisa diisi sesuai harga yang tertera di mesin pengisiannya.

Untuk terminal pusat bus ada di Seohwari paling ujung, terminal Wontong, dan jika ingin ke Seoul atau ke luar kota Inje-gun, bisa menggunakan bus dari terminal Wontong ke kota tujuan. Kalau kami biasanya dari terminal Wontong ke Seoul menggunakan bus jurusan Dong-Seoul dan membayar sekitar ₩15.000 atau Rp195.000,00 jika dirupiahkan. Jika dari DMZ ke Seohwari, ke Cheondori atau ke Wontong, sekali naik menggunakan kartu tap-tap hanya membayar ₩900 atau sekitar Rp11.700,00 , jika tunai membayar ₩1.000 atau Rp13.000,00.

Jika ingin mengganti uang Rupiah ke Won (mata uang Korea), bisa ke money changer. Tetapi sangat sulit menemukan money changer di sekitar DMZ, jadi harus ke pusat kota atau ke Seoul terlebih dahulu. Oleh karena itu, saya sarankan dari Indonesia sudah menukarkan uang Rupiah ke Won, atau menyiapkan uang yang cukup di kartu ATM.

Itulah pengalaman, kesan dan pesan saya mengenai program YES Korea Batch II 2019 yang dilaksanakan mulai 5 Maret 2019 hingga 26 Mei 2019. Semoga tulisan saya ini bermanfaat untuk kalian yang ingin mengikuti program sejenis ini atau untuk kalian yang ingin pergi ke Korea Selatan.

Pendaftaran Kelas Bahasa Korea Pemula Periode Juli 2019 di

Liburan Sekolah Ngapain ya ????

Yuk isi liburan kalian bersama Akhil Education Centre [AEC] Semarang.

Di Moment Liburan Sekolah kali ini Akhil Education Centre [AEC] Semarang kembali membuka pendaftaran kelas Bahasa Korea guys. Teman-teman yang ingin menghabiskan waktu liburannya dengan Belajar Bahasa Korea. Langsung saja meluncur ke AEC Semarang.

Pendaftaran Kelas Bahasa Korea yang di buka kali ini yaitu Kelas Bahasa Korea Level Pemula [ Hangeul Class ]. Kelas Bahasa Korea ini terbuka untuk umum ya teman. Jadi siapa saja bisa bergabung di kelas ini.

Baca selebihnya »

Update Class In June 2019

Sambut Bulan Juni ini dengan penuh semangat guys…..

Alhamdulillah kelas-kelas di Akhil Education Centre [AEC] Semarang semakin penuh tiap bulannya. Terimakasih atas kepercayaan kalian semua.

Bulan Juni 2019 ini kelas-kelas Bahasa Asing yang ada di AEC Semarang meliputi Kelas Bahasa Korea, Kelas Bahasa Inggris dan Kelas Bahasa Jepang. Kelas-kelas Bahasa Asing tersebut terbagi menjadi 3 tipe yaitu Kelas Reguler, Kelas Private Office dan Kelas Private Home.

Kelas-kelas apa saja dan siapa aja yang ada di AEC Semarang bisa kalian lihat pada poster di bawah ini ya.

Teman-teman lainnya yang mau belajar bahasa Asing, bisa langsung merapat ke AEC Semarang. Banyak sekali pilihan kelas yang bisa kalian ambil lho….

AEC Semarang Kembali Buka Setelah Libur Lebaran

Hai hai hai……

Libur Lebaran telah usai guys. Saatnya bagi kita untuk menjalankan rutinitas kembali seperti sedia kala.

Mulai Hari ini Kantor Akhil Education Centre [AEC] Semarang sudah kembali buka setelah sejenak libur lebaran guys….

Jam buka AEC sudah kembali normal ya guys

  • Senin – Jumat : 08.30 – 17.30
  • Sabtu                : 08.30 – 14.30

Untuk kelas malam akan kembali aktif Mulai minggu depan….

Bagi teman-teman yang telah mengirim pesan ke AEC Semarang melalui media sosial selama libur lebaran, pesan tersebut kami tampung terlebih dahulu guys.

Mulai hari ini pesan yang telah masuk akan segera kami respons. Terimakasih ….

Yuk mulai kembali harimu dengan semangat ekstra ^o^