Apa itu TOEFL?

Kalian pasti sering mendengar kata test TOEFL? Namun kalian belum tau apa itu tes TOEFL. Ehm… penasaran??? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu TOEFL?

TOEFL adalah salah satu ujian kemampuan bahasa Inggris yang paling dikenal khususnya di Indonesia. Test of English as Foreign Language atau yang dikenal sebagai TOEFL adalah test proficiency yang digunakan untuk melihat tingkat kemampuan bahasa Inggris seseorang tanpa dikaitkan secara langsung dengan proses belajar mengajar. Dapat disimpulkan TOEFL berbeda dengan achievement test atau tes yang ruang lingkupnya terbatas hanya pada pelajaran yang dipelajari siswa dalam sebuah kelas bahasa Inggris. Tes TOEFL biasanya digunakan oleh institusi yang berasal dari negara Amerika Serikat atau Kanada, sehingga bahasa yang digunakan dalam tes adalah Bahasa Inggris Amerika atau American English. Tes TOEFL pada umumnya berisi 140 butir soal yang terdiri dari atas 50 soal listening, 40 soal structure, 50 soal reading.

Format tes TOEFL

Ketika kamu ingin mengikuti tes ini tentunya kamu harus tau terlebih dahulu format atau susunan dari tes TOEFL itu, sehingga ketika mengerjakan tes ini kamu tidak mengalami kendala ketika mengerjakan tes. Berikut ini ada 3 jenis tes TOEFL yang harus kamu ketahui sebelum mengikuti tes tersebut.

1. Paper Based Test (PBT) TOEFL

PBT-TOEFL adalah jenis TOEFL yang awalnyai dirilis oleh ETS (Educational Testing Service). Sistem tes pada PBT-TOEFL menggunakan paper atau lembaran-lembaran kertas soal dan lembar jawaban yang harus diisi dengan pensil 2B. Materi yang diujikan adalah: Listening, Structure dan Reading.

Rentang skor yang dapat diraih dalam tes ini berkisar antara 310 hingga 677 sedangkan lama waktu tes adalah 2 – 2,5 jam.

2. Computer Based Test (CBT) TOEFL

CBT-TOEFL adalah tipe kedua, menggantikan PBT-TOEFL. Sistem tes CBT-TOEFL tidak lagi menggunakan kertas, tapi langsung berbasis komputer. Semua soal menggunakan software dan setiap soal langsung dijawab/dikerjakan di komputer. CBT pertama kali dirilis pada tahun 1998. Di Indonesia, PBT-TOEFL masih lazim dilakukan sehingga pamor CBT kurang dikenal.

Materi yang diujikan adalah: Listening, Structure, Reading, Writing

Rentang skor yang dapat diraih dalam tes ini berkisar antara 30 hingga 300. Sedangkan lama waktu tes adalah 2 – 2,5 jam.

3. Internet Based Test (IBT) TOEFL

IBT-TOEFL atau yang kini lazim disebut dengan Next Generation (NG) TOEFL adalah tipe TOEFL tes terbaru yang dirilis ETS dan mulai digunakan sejak tahun 2005. Namun, di Indonesia IBT baru mulai dijalankan sejak tahun 2006 menggantikan PBT-TOEFL. ETS banyak melakukan pergantian pada format dan sistem TOEFL terbaru ini. Sama seperti CBT-TOEFL, IBT-TOEFL juga menggunakan media komputer. Hanya saja system test pada IBT berbasis internet sehingga peserta tes dapat menjawab pertanyaan secara daring. 

Materi yang di tes adalah: Listening, Speaking, Writing, Reading

Rentang skor yang dapat diraih dalam tes ini berkisar antara 8 hingga 120. Sedangkan lama waktu tes adalah 4 jam. Jarak skornya IBT adalah 0 -120.

Sekarang sudah ada gambaran mengenai tes TOEFL kan? Nah, kalian yang ingin mengambil tes TOEFL atau mengambil kelas persiapan sebelum mengikuti tes TOEFL bisa sekali merapat ke AEC Semarang.

AEC Semarang menyelenggarakan ujian TOEFL Online disetiap bulannya. Selain itu AEC Semarang juga membuka kelas TOEFL Preparation. Kelas TOEFL Preparation ini khusus untuk mereka-mereka yang akan mengikuti atau mengambil tes TOEFL. Pembelajaran lebih di fokuskan pada tips dan trik menyelesaikan soal-soal TOEFL. Ingin join di kelas ini? Langsung aja hubungi kami guys!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.