Interpreter AEC Semarang Mendampingi CEO Neogreentech Korea Berkegiatan Di Semarang

Semarang, (28/11) Interpreter dari Akhil Education Centre [AEC] Semarang baru saja menyelesaikan tugas pendampingan Relasi Bisnis PT. Global Grup LBM selama berkegiatan di Semarang. Relasi Bisnis PT.Global Grup LBM kali ini yaitu Mr. Han Manhee dan Mr Lee Unsung yang berasal dari Neogreentec Co.,LTD Korea Selatan. PT.Global Grup LBM telah mempercayakan AEC Semarang untuk menjadi Interpreter [Penerjemah Lisan] tamu penting mereka.

Mr Han ini merupakan CEO Neogreentech sedangkan Mr. Lee yang merupakan Teknisi Neogreentech. Tamu Korea ini berkegiatan di Semarang selama 5 hari yaitu dari tanggal 24 – 28 November 2018. Tamu Korea ini datang ke Indonesia dalam rangka melakukan Instalation, and Training Incineator [Alat Pembakar Limbah Rumah Sakit] di Rumah Sakit K.R.M.T. Wongsonegoro (RSWN).

Interpreter hari pertama yang mendampingi Mr. Han dan Mr Lee yaitu Ms. Yustina. Agenda hari pertama dimulai dari penjemputan tamu di bandara hingga pengechekan alat Incineator di Rumah Sakit K.R.M.T. Wongsonegoro. Hari kedua yang bertindak sebagai Interpreter yaitu Ms. Yustina dan Mr. Ibrahim agenda hari kedua yaitu instalasi [pemasangan] alat. Hari ketiga hingga terakhir Ms. Vita yang bertindak sebagai Interpreter mendampingi tamu dari korea. Agenda hari ketiga dan keempat yaitu Instalasi Alat, Training dengan pihak teknisi rumah sakit dan meeting. Agenda di hari terakhir Rabu, 28 November 2018 yaitu Grant Ceremonial by Agreement Signing between PT. GG-LBM, Neogreentech, and RSWN. Kegiatan di hari terakhir ini dihadiri oleh Walikota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi.

Kegitan Interpreter tersebut berakhir hingga mengantar Mr. Han dan Mr. Lee ke bandara untuk terbang kembali ke Korea. Terimakasih PT. Global Grup LBM tetah mempercayakan tugas penting ini kepada AEC Semarang. Semoga dilain waktu bisa menjalin kerjasama kembali.

 

 

 

Mahasiswa Prodi Pendidikan Luar Sekolah UNNES Melakukan Kunjungan ke AEC Semarang

Kamis, 22 November 2018 yang lalu, Akhil Education Centre [AEC] Semarang menerima Mahasiswa Fakultas Pendidikan Universitas Negeri Semarang [UNNES] yang berkunjung di Kantor AEC Semarang. Mahasiswa yang melakukan kunjungan kala itu ada 4 mahasiswa, Amelia Putri, Aida Nurfadila, Annisa Noor dan Bhakti Kusuma Wardani. Keempat mahasiswa tersebut berasal dari Prodi Pendidikan Luar Sekolah, FIP, UNNES.

Mahasiswa FIP UNNES ini tidak sekadar berkunjung di Akhil Education Centre [AEC] Semarang. Kunjungan Hari Kamis kemarin bertujuan untuk menambah ilmu dan wawasan mengenai dunia kerja nyata disuatu lembaga pendidikan non-formal. Selain itu juga memberikan gambaran dan bukti nyata tentang proses kerja dikelembagaan. Mahasiswa-mahasiswa ini juga berkesempatan masuk ke dalam kelas-kelas dan melihat proses pembelajaran secara langsung.

Wawasan yang diberikan pada saat kunjungan tersebut diharapkan mampu memberikan bekal kepada mahasiswa sebelum melakukan interenship di semester VI. Selain itu juga dapat memberikan gambaran, agar setelah lulus dari perguruan tinggi mendapat kesempatan kerja dari prospek kerja yang baik serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.

  

  

  

Pelatihan Bahasa Indonesa Bagi Dewan Direksi PT. Hutan Makmur Indonesia

Saat ini kita berada di era globalisasi. Era globalisasi sendiri mengandung makna manusia hidup pada dunia tanpa batas [borderless world]. Istilah tersebut lebih sering di artikan dalam konteks ekonomi saja. Hal tersebut terbukti dengan banyaknya negara yang mengglobalkan ekonomi sehingga muncul berbagai institusi seperti WTO, APEC, AFTA dll. Kenyataanya globalisasi terjadi tidak hanya dibidang ekonomi tapi juga dibidang kebudayaan. Interaksi antarbangsa yang terjadi sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi telah menyebabkan terjadinya globalisasi kebudayaan. Bahasa sebagai unsur kebudayaan memiliki peranan penting dalam era globalisasi. Hal tersebut karena bahasa menjadi wahana untuk mencapai pemenuhan kebutuhan ekonomi, disamping kebutuhan lainnya.

Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki sumber daya alam dan budaya yang besar. Fakta inilah yang membuat banyaknya warga negara asing ingin menjalin kerjasama dengan Indonesia. Meskipun telah ada wahana komunikasi international yaitu Bahasa Inggris, tetapi banyak diantara mereka ingin berkomunikasi dengan Bahasa Indonesia dalam menjalin kerjasama. Seperti halnya Beberapa Dewan Direksi PT. Hutan Makmur Indonesia yang ingin bisa menggunakan Bahasa Indonesia dengan lancar.

Beberapa Dewan Direksi PT. Hutan Makmur Indonesia ini merupakan warga negara Thiongkok [China]. Mereka sama sekali tidak bisa menggunakan Bahasa Indonesia sedangkan semua karyawan perusahaan adalah masyarakat Indonesia. Sebagai upaya mempermudah komunikasi Beberapa Dewan Direksi PT. Hutan Makmur Indonesia yang merupakan warga negara asing ini belajar Bahasa Indonesia.

Akhil Education Centre [AEC] Semarang dipercaya sebagai lembaga pendidikan bahasa yang menjadi patner dalam memberikan pelatihan Bahasa Indonesia Bagi Dewan Direksi PT. Hutan Makmur Indonesia. Pelatihan Bahasa Indonesia yang diberikan lebih berfokus pada conversation [percakapan]. Pelatihan Bahasa Indonesia ini akan dilaksanakan selama 3 bulan secara intensif. Bahasa Penutur yang digunakan dalam proses pembelajaran adalah Bahasa Madarin.

Pelatihan Bahasa Indonesia ini diberikan oleh Ms. Riski yang merupakan salah satu pengajar Bahasa Mandarin di Akhil Education Centre [AEC] Semarang. Kelas Perdana telah dimulai Senin, 19 November 2018. Pelatihan Bahasa Indonesia ini berlangsung di PT. Hutan Makmur Indonesia yang berlokasi di Kawasan Industri Terboyo Semarang. Pelatihan Bahasa Indonesia ini akan selesai pada bulan Januari 2019.

Hanif-San Siap Belajar Bahasa Jepang di Level Chukyuu

Satu lagi siswa Akhil Education Centre [AEC] Semarang telah selesai menempuh kelas Bahasa Jepang Level Pemula [Shokyuu]. Congratulation ………

Kira-kira Siapa ya siswa ini ???

Siswa Akhil Education Centre [AEC] Semarang yang baru sama menyelesaikan belajar Bahasa Jepang di kelas pemula yaitu Hanifan Fadhilah Wibowo. Siswa ini lebih sering di sapa Kak Hanif.  Lantaran tertarik akan Negara Sakura membuatnya tertarik juga dengan Bahasa yang dipergunakan orang-orang di Negeri Sakura tersebut. Hal tersebut yang membuat Kak Hanif menjadikan Bahasa Jepang sebagai salah satu Bahasa Asing yang wajib dikuasai selain Bahasa Inggris.

Kak Hanif mulai bergabung dengan Akhil Education Centre [AEC] Semarang dan belajar Bahasa Jepang sejak April 2018 yang lalu. Kak Hanif belajar dari level Shokyuu  atau level pemula. Level Shokkyu [Pemula] di AEC Semarang terbagi menjadi 2 yaitu Shokyuu A dan Shokyuu B. Materi yang dipelajari Kak Hanif di level Shokyuu ini setara dengan materi N5. Setelah selesai belajar di level Shokyuu [ A & B], Kak Hanif menerima Sertifikat dan Transkrip nilai hasil belajar selama di level Pemula.

Saat ini Kak Hanif lanjut mempelajari Bahasa Jepang di level Chukyuu. Semangat terus Kak Hanif Belajarnya.

Lautan Disebrangi Demi Belajar Bahasa Korea di AEC Semarang

안녀하세요………….

아직도  열심히  공부해요?

Pastinya masih semangat 45 untuk belajar Bahasa Korea di Akhil Education Centre [AEC] Semarang.

Seperti siswa AEC yang satu ini guys. Simak sampai akhir ya …. ^ ^

Dwi Atika Sari merupakan salah satu siswa di Akhil Education Centre [AEC] Semarang yang belajar Bahasa Korea. Siswa yang sering di sapa Dwi ini mulai belajar di Akhil Education Centre [AEC] Semarang sejak bulan September 2018 yang lalu. Awalnya Dwi belajar di kelas Hangeul [pemula] yang reguler. Setelah itu berlanjut hingga kelas General Korea [1A, 1B dan 2A]. Pada saat naik level kelas lanjutan, Dwi memutuskan mengambil kelas private office lantaran jadwalnya lebih fleksibel daripada jadwal kelas reguler.

Sekilas Dwi sama dengan siswa-siswa Akhil Education Centre [AEC] Semarang lainnya. Namun semangat Dwi belajar Bahasa Korea sangat-sangat-sangat tinggi. Berawal dari kesukaannya menonton drama korea dan mendengarkan musik korea membuat Dwi tertarik belajar Bahasa Korea. Lautan disebrangi Dewi demi belajar Bahasa Korea

                Hah…..Lautan ???

Yap…. Dwi ini salah satu siswa AEC yang berasal dari luar pulau Jawa. Lebih tepatnya dari Medan, Sumatra Utara. Semangat belajar Dwi cukup tinggi membawanya hingga ke Semarang, Jawa Tengah. Dwi jauh-jauh datang ke Semarang hanya untuk belajar Bahasa Korea tentunya di Akhil Education Centre [AEC] Semarang.

Saat ini Dwi sudah belajar hingga Level 1B bersama Vita Ssaem. Selama belajar di AEC Semarang, Dwi tinggal di kantor AEC Semarang. Kantor AEC Semarang memang memiliki satu ruangan yang bisa digunakan siswa. Ruang ini biasanya digunakan untuk natif yang sedang interenship atau siswa yang berasal dari luar wilayah Semarang seperti Dwi ini.

Teman-teman yang ingin belajar Bahasa Korea bisa segera merapat ke AEC Semarang. Jarak tidak menghalangi langkah kalian untuk belajar. Kobarkan semangat kalian seperti Kak Dwi…..