Semula Hanya Tertarik Negaranya Sekarang Bahasanya

Bahasa Jepang merupakan salah satu bahasa asing yang banyak dipelajari setelah Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Bahkan di Indonesia  Bahasa Jepang, dipelajari pada saat menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas. Pada saat mempelajari bahasa suatu negara kita tidak hanya sebatas mengetahui bahasanya saja. Melalui bahasa yang kita pelajari, secara tidak langsung juga belajar kebudayaan dan sejarah negara tersebut. Pada dasarnya bahasa tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan.

Negara Jepang  atau yang lebih dikenal dengan Negeri Sakura ini menyimpan berbagai kebudayaan yang sayang untuk dilewatkan. Seperti halnya siswa AEC Semarang yang satu ini. Ketertarikan akan Negara Jepang membuat Ajik Nur Rotimah menyukai segala sesuatu yang berkaitan dengan Jepang.

Hal tersebutlah yang mendorong Ajik untuk mempelajari pula Bahasanya yaitu Bahasa Jepang. Pada mulanya Ajik belajar Bahasa Jepang secara otodidak. Namun banyaknya tatabahasa dan huruf yang tidak bisa dipelajari secara mandiri, membuat Ajik menempuh kelas Bahasa Jepang di Akhil Education Centre (AEC) Semarang.  Ajik belajar bersama sensei Ihda.

Keputusan Ajik Belajar Bahasa Jepang dengan seorang pembimbing sangat tepat. Saat ini Ajik sudah menguasai huruf katakana dan hiragana. Selain itu Ajik juga sudah berani berkomunikasi menggunakan Bahasa Jepang. Beberapa waktu yang lalu Ajik mengungkapkan bahwa sekarang bisa berkomunikasi dengan beberapa tamu dari Jepang yang singgah diperusahaan tempatnya bekerja. Semua yang tidak berani untuk menyapa sekarang justu berani berbincang-bincang. Lebih semangat lagi Ajik belajar Bahasa Jepangnya. Siapa tau nanti tamu dari Jepangnya merekomendasikan Kak Ajik untuk bekerja di Jepang.

MANDARIN CLASS IN AEC SEMARANG

早上好!zao shang hao “Selamat Pagi”

Hari ini dibuka dengan sapaan dalam Bahasa Mandarin. Kenapa seperti itu ? Karena kita akan share kelas-kelas Bahasa Mandari [ 哈语 课 ] yang ada di AEC Semarang. Simak ya ^^

Bahasa Mandarin merupakan salah satu Bahasa yang paling banyak digunakan setelah Bahasa Inggris.  Bahkan ada yang beranggapan bahwa Bahasa Mandarin akan dijadikan sebagai Bahasa Internasional setelah Bahasa Inggris tentunya. Hal inilah yang membuat masyarakat tertarik untuk belajar Bahasa Mandarin.

Akhil Education Centre (AEC) Semarang pertengahan tahun ini membuka kelas Bahasa Madarin lho. Kelas Bahasa Mandarin di AEC Semarang dibagi menjadi 6 level. Ketiga level tersebut meliputi General Mandarin 1A , General Mandarin 1B, General Mandarin 2A, GeneralMandarin 2B, General Mandarin 3A dan General Mandarin 3B.

Saat ini ada 3 siswa di AEC Semarang yang belajar di kelas Bahasa Mandarin.  Ada Nurul, Alicia Darmawan, dan Claudia Mediyanti. Semua siswa tersebut lebih memilih mengambil kelas private office karena jadwal belajar yang lebih fleksibel. Siswa-siswa tersebut belajar  mulai dari huruf, tatabahasa, pelafalan, hingga percakapan.  Kelas Bahasa Mandarin ini diampu oleh Mita Laoshi [ 美达 老师 ].

Bagi kalian yang ingin belajar Bahasa Madarin langsung merapat saja ke AEC Semarang. Sedikit info guys bulan Desember ini dibuka pendaftaran kelas Bahasa Mandarin spesial Tahun Baru 2018. Ada potongan biaya kursus lho. Ikutan yuk.

谢谢  xie xie “Terima Kasih”

AEC Semarang Berpatisipasi dalam Acara Semaga Edufair 2017

Akhil Education Centre (AEC) Semarang baru saja mengikuti acara Semaga Edufair 2017 lho guys. Semaga Edufair 2017 itu merupakan rangkaian acara untuk mengenalkan universitas dan lembaga pendidikan ke siswa yang diadakan oleh SMA Negeri 3 Semarang. Acara tersebut berlangsung dari tanggal 2 – 3 November 2017 di halaman SMA Negeri 3 Semarang. Semaga Edufair 2017 ini terbuka untuk umum. Peserta yang mengikuti kegiatan ini bukan hanya siswa-siswa SMA Negeri 3 saja, namun semua siswa dari semua sekolah di Semarang bisa mengikuti acara tersebut.

Akhil Education Centre (AEC) Semarang dalam acara tersebut membuka stand pendidikan. Informasi mengenai program AEC maupun seputar beasiswa ke Jepang maupun ke Korea bisa ditanyakan di stand AEC. Selain stand yang bisa dikunjungi, peserta juga bisa mengikuti sesi pemaparan program yang disampaikan langsung oleh pimpinan AEC Semarang di ruang multimedia.

Stand AEC hari Rabu dan Kamis kemarin ramai didatangi pengunjung. Baik siswa yang berasal dari SMA Negeri 3 Semarang maupun siswa dari sekolah lain. Wah berarti AEC Semarang semakin dikenal masyarakat ya guys. Khususnya masyarakat Semarang.

3 Siswa AEC Semarang Melanjutkan Study di Jepang

Jepang merupakan salah satu negara di Asia yang menjadi negara tujuan untuk melanjutkan pendidikan. Budaya, etos kerja, kedisplinan, serta banyaknya pilihan universitas menjadi daya tarik tersendiri bagi Negara Jepang. Seperti halnya 3 siswa Akhil Education Centre (AEC) Semarang yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan di Jepang. Ketiga siswa tersebut yaitu Muhammad Riski Aditama, Muhammad Rizki Febrianto dan Taiyo Rizki Pratama. Kebetulan sekali siswa-siswa AEC yang melanjutkan pendidikan ke Jepang namanya hampir sama.

Muhammad Riski Aditama, saat ini melanjutkan pendidikannya di Ritsumeika Asia Pasific University dengan konsentrasi Manajement Bisnis. Siswa yang sering dipanggil Kiki di AEC ini sudah berangkat ke Jepang awal bulan Oktober yang lalu. Kiki belajar Bahasa Jepang lantaran Prof dari Ritsumeikan Asia Pasific University menyarankan Kiki untuk menempuh kelas Bahasa Jepang sebelum datang di kampus.

Siswa berikutnya ada Muhammad Rizki Febrianto. Siswa yang sering di sapa Mas Rizki ini baru saja dinyatakan diterima di salah satu Universitas tertua di Jepang lho. Mas Riski resmi diterima di Keio University akhir Oktober kemarin. Mas Riski mengambil konsentrasi Kedokteran. Massa perkulihan Mas Rizki baru akan dimulai bulan April 2018 mendatang. Mas Riski merupakan salah satu siswa yang belajar Bahasa Jepang hingga level Shokyu B.

Siswa terakhir yang saat ini melanjutkan study di Jepang yaitu Taiyo Rizki Pratama. Siswa kali ini berbeda dengan dua siswa sebelumnya. Taiyo melanjutkan pendidikannya di Jepang lantaran kedua orang tuanya pindah ke Jepang sehingga mengharuskan taiyo untuk pindah sekolah ke Jepang. Sebelum sampai di Jepang bekal Bahasa Jepang sangat diperlukan. Hal tersebutlah yang membuat taiyo belajar Bahasa Jepang.

Mereka saja bisa melanjutkan pendidikan ke Jepang. Tentunya kalian juga pasti bisa. Persiapkan dari sekarang yuk.